Selasa, 27 November 2012

Tidak Ada Kekuasaan Yang Abadi


Harta, pangkat dan jabatan itu merupakan titipan dari Allah dan suatu saat akan Allah ambil apabila Dia berkehendak. Kalo kita lihat pada zaman sekarang, semua yang Allah beri pangkat dan jabatan terkadang mereka tidak menerima apabila jabatannya diambil oleh yang punya. Mari kita belajar kepada orang yang paling tenang hidupnya, yaitu tukang parkir. Coba kita lihat, tukang parkir ketika mobil atau motor sedang banyak mereka tidak sombong. Dan disaat mobil atau motor tersebut pergi satu-persatu, mereka tidak sedih. Mengapa bisa demikian? Karena tukang parkir tidak merasa memiliki tapi dititipi. Apabila seseorang merasa semuanya adalah miliknya, maka siap-siap akan mengalami kehancuran. Berdasarkan sejarah, presiden soeharto yang telah 32 tahun memimpin Indonesia akhirnya bisa mundur juga.
            Titipan pada hakikatnya yaitu 1. Tidak boleh membuat diri sombong dan 2. Titipan harus dijaga baik-baik karena apabila titipan tidak dijaga dengan baik yang punya marah. Allah titip bangsa Indonesia yang memiliki kekayaan alam yang luar biasa dan didapat dari tetesan keringat dan darah bercucuran, apabila tidak digunakan dengan baik untuk kesejahteraan rakyat maka Allah pun akan marah. Klo Allah sudah marah, akan memerintahkan makhluknya untuk memberi peringatan, seperti gempa bumi,tsunami,banjir bandang, meletusnya gunung.
            Menurut KH. Zinuddin MZ Penyakit Masyarakat Indonesia ada 3:
1.      Kurang Disiplin
Islam mengajarkan kita untuk disiplin, sampai makanan yang halal pun apabila belum waktunya dimakan tidak boleh dimakan. Sebagai contoh: ketika puasa, tempe makanan yang halal boleh dimakan asal abis maghrib.

2.      Kurang Teliti
Masyarakat  di Indonesia mayoritas kurang teliti dengan segala hal. Seperti contoh : masih ingat dalam ingatan kita, public diramaikan dengan adanya nabi palsu, bahkan ada yang mengaku sebagai malaikat jibril. Malah anehnya, ada saja yang mengakui dan bahkan mengikuti kegiatan mereka.

3.      Kurang Rapih
Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang konsumtif yang Cuma ikut-ikutan. Misalnya apabila terjadi model pakaian yang baru, hamper semua mengikutinya.

Senin, 26 November 2012

iman


Iman menurut bahasa adalah diucapkan dengan lisan, diyakini didalam hati, dan diamalkan didalam perbuatan. Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “sesungguhnya iman akan menjadi usang di dalam perut salah seorang dari kalian sebagaimana selembar pakaian, maka mohonlah kepada Allah swt. Untuk mengaktualkan iman di dalam hati kalian “(HR.Thabrani). artinya apabila seseorang mempunyai iman tapi tidak diaktualisasikan dalam kehidupannya maka akan sia-sia. Iman tidak dapat di jual-belikan dan iman tidak dapat diwarisi, tetapi iman akan di dapat apabila seseorang dapat merasakan kekuasaan Allah.
Allah berfirman yang artinya: “Maka demi Tuhanmu, mereka(pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.”(QS. An-Nisa: 65). Hasan Al- Basri berkata:”Iman tidaklah hanya dengan kepura-puraan dan angan-angan saja. Tapi iman adalah apa yang tertanam dengan kuat di dalam hati dan dibenarkan dengan bernagai perbuatan.”
Allah berfirman yang artinya:” Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasulnya agar rasul menghukum(mengadili) diantara mereka adalah ucapan:”Kami mendengar dan kami patuh.dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. An-Nur: 51). Artinya, orang mukmin apabila diperintahkan oleh Allah, meraka akan mendengar dan mematuhi-Nya.

memperingati hari sumpah pemuda

Pada tgl 28 Oktober kemarin, warga Indonesia dan khususnya para pemuda memperingati suatu peristiwa yang sangat bersejarah yaitu hari Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda merupakan hari dimana para pemuda Indonesia dari sabang sampai merauke berkumpul dengan satu tekad yaitu menetapkan tanah air yang satu yaitu tanah air Indonesia, bangsa yang satu yaitu bangsa Indonesia dan bahasa yang satu yaitu bahasa Indonesia.
Islam pun menjelaskan bagaimana peran pemuda, sebagaimana Allah menceritakan kisah para pemuda Ashabul Kahfi dalam Al-Qur’an yang artinya: “Kami ceritakan kisah mereka(Ashabul Kahfi) kepadamu(Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada tuhan mereka dan kami tambahkan kepada mereka hidayah”(Q.S. Al-Kahfi:13).
Pepatah arab mengatakan: Para pemuda pada masa sekarang adalah calon pemimpin pada masa yang akan datang. Artinya, pemuda sekarang merupakan calon pemimpin yang bisa menentukan nasib bangsanya pada masa yang akan datang. Prof. DR. Syekh Mustafa Al-Ghalayani berkata: “Sesungguhnya ditangan para pemudalah maju mundurnya suatu bangsa, dan dalam derap langkahnya merekalah jayanya bangsa itu”(Kitab Izhatun Nasyi’in)

Kamis, 15 November 2012

hukum dzikir berjamaah dan dzikir dengan suara nyaring

Pada hari selasa 6 November 2012, salah seorang tetangga saya datang kepada saya untuk melaporkan bahwa dirinya selalu diintervensi masalah ibadah oleh sebut saja bapak A. dia(bapak A) mengatakan bahwa orang yang dzikir dengan suara keras dimasjid itu tidak boleh dan berdoa dengan mengangkat kedua tangan merupakan salah satu calon penghuni neraka. Setelah mendengar cerita dari tetangga saya itu, hati saya langsung jengkel dan bingung dengan argument dari bapak A tersebut. Saya akan bahas kemungkinan bapak A tersebut beragumen seperti itu:
1.      Karena mengganggu
Kalau seumpama alasannya karena mengganggu, itu tidak logis. Karena dzikir berjamaah dilakukan setelah sholat berjamaah. Klo memang dzikir berjamaah mengganggu yang sholat, maka harus datang tepat waktu sholatnya.

2.      Karena terganggu
Kalau alasan seperti ini merupakan alasan yang sangat berbahaya. Allah SWT berfirman: sesungguhnya orang yang beriman  adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya dan apabila dibacakan ayat-ayatnya kepada mereka, bertambah kuat imannya dan hanya kepada tuhan mereka bertawakal ( QS. Al-Anfal:2). Artinya apabila seseorang yang ketika dibacakan ayat Allah bergetar hatinya itu tanda orang mukmin. Tapi, apabila orang yang mendengar orang berdzikir malah marah, pertanyaannya dia mukmin atau kafir.

3.      Karena bid’ah

Dari Abu Hurairah dan Abu Sa’id al-Khudri r.a Rasulullah SAW bersabda: Tidaklah duduk suatu kaum berdzikir (menyebut) nama Allah Azza wa Jalla melainkan dinaungilah mereka oleh para malaikat, dipenuhi mereka oleh rahmat Allah dan diberikan ketenangan kepada mereka, juga Allah menyebut-nyebut nama mereka dihadapan malaikat yg ada disisinya ( HR. Imam Muslim, Imam Tirmidzi dan Imam Ibnu Majjah).
Sedangkan dihadist yang lain yang diriwayatkan Imam al-Baihaqi dari Jabir bin Abdullah ra. Ia berkata: Bahwasannya ada seorang laki-laki yang menyaringkan suaranya ketika berdzikir, lalu ada seseorang yang berkata: Alangkah baiknya jika ia merendahkan suaranya. Maka Rasulullah Saw pun bersabda: Biarkanlah dia, sesungguhnya dia itu sedang merintih.

Dari kedua hadist diatas sudah jelas bahwa dzikir berjamaah dan dzikir dengan suara nyaring itu merupakan salah satu sunnah bukan bid’ah. Wallahu a’lam

Selasa, 13 November 2012

keutamaan jujur

Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya jujur menunjukkan kepada kebajikan dan kebajikan menunjukkan jalan ke surga. Sesungguhnya seseorang yang jujur akan selalu melakukan kejujuran sehingga dicatat disisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya dusta menunjukkan kepada kedurhakaan dan kedurhakaan menunjukkan jalan ke neraka. Sesungguhnya seseorang yang berdusta akan selalu melakukan kedustaan sehingga dicatat disisi Allah sebagai pendusta (HR. Bukhari dan Muslim)
Maksud dari hadist diatas adalah seseorang yang melakukan kejujuran maka allah akan memberikan jalan ke surga, dan bagi orang yang jujur akan dicatat oleh Allah sebagai orang yang jujur. Mengapa demikian? Karena jujur merupakan sifat yang menunjukkan seseorang memiliki akhlaq yang baik. Tapi sebaliknya, apabila seseorang melakukan kedustaan, maka menunjukkan memiliki akhlaq yang buruk.
Allah menegaskan dalam Al-Qur’an kepada orang yang jujur, Allah berfirman: “Agar Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar karena kebenarannya”.(Qs. Al-Ahzab:24).